Technological Blog - BlackBerry boleh saja tengah mengalami penurunan drastis di dalam persaingan pasar. Namun tentu saja hal ini tidak membuat perusahaan asal Kanada tersebut menyerah begitu saja. Setelah beroperasi di bawah kepemimpinan baru, BlackBerry pun langsung meneken perjanjian kontrak dengan pihak pemerintah Amerika Serikat.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat baru-baru ini telah meminta BlackBerry untuk menyediakan 10.000 unit mobile devices. Perangkat-perangkat ini nantinya akan digunakan oleh para karyawan dan staf departemen.
Kabar ini turut memberikan dampak yang cukup signifikan bagi BlackBerry. Nilai saham perusahaan ini langsung melonjak. Semula saham BlackBerry diperhitungkan hanya bernilai US$ 9,93 (Rp 120.470) per lembarnya. Namun setelah berita ini beredar, setiap lembar sahan BlackBerry kini dijual dengan harga US$ 10,57 (Rp 128.235).
Performa BlackBerry di persaingan mobile device pun hingga saat ini masih mengalami tren penurunan. Dalam beberapa tahun terakhir, konsumen dari perusahaan ini disebutkan telah menurun drastis, diikuti oleh anjloknya jumlah pendapatan dan profit. Namun CEO John Chen menyiasati hal tersebut dengan berfokus pada bisnis messaging di tahun 2014.

No comments:
Post a Comment
PERHATIAN,!!!
1. Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan pembahasan.
2. Dilarang berkata tidak pantas.
3. Gunakan bahasa yang baku
4. Komentar yang saya anggap spam tidak akan di publikasikan
5. Saya akan secepatnya menjawab komentar yang sifatnya pertanyaan.