Tapi mungkin saja anda tidak tahu awal kisah perusahaan ini, Whatsapp sebenarnya tidak menyelesaikan masalah orang lain. Aslinya, pada awalnya Whatsapp sama sekali tidak bisa mendapatkan perhatian dari orang, mereka diacuhkan.
Ini adalah pelajaran bagus bagi startup: Whatsapp terus memperbaiki diri dan beriterasi dari traksi awal yang nol besar, menjadi aplikasi dengan pertumbuhan tercepat (pertumbuhan tercepat ini dilihat dari jumlah pengguna yang aktif setiap bulannya). Beginilah grafik pertumbuhannya Whatsapp:
Tetapi sebenarnya konsep asli Whatsapp pada awalnya adalah lebih mengarah ke update status. Artikel dari Forbes ini bisa menjelaskannya:
“Jan menunjukkan saya daftar kontaknya. Dia pikir pasti keren jika memiliki status di sebelah nama orang. Status yang menunjukkan jika anda sedang berbicara bersama orang lain, anda kehabisan baterai, atau anda sedang berada di gym,” ungkap Fishman (Co founder Whatsapp).
Hal yang mengejutkan lainnya adalah berasal dari postingan Jan (CEO Whatsapp) di forum FlyerTalk di bulan Mei 2009:
“Saya menghabiskan beberapa bulan untuk mengembangkan sebuah tool bernama Whatsapp – tool ini bisa menuliskan status seperti “sedang berada dalam penerbangan ke Munich, lebih baik kirim email daripada menelepon saya” atau “saya sedang berada di Jepang selama dua minggu, nomor telepon saya adalah +81 829 282718”
Berikut ini adalah screenshot dari isi forum tersebut:
Beginilah ringkasan dari postingan itu: Tidak ada orang yang merespon. Tidak ada orang yang menginginkan aplikasi update status. Satunya-satunya orang yang meresponnya bertanya seperti ini:
“Kelihatannya aplikasi ini membutuhkan orang lain untuk menginstalnya di smartphone mereka juga, benar?”
Selain itu penggunaan aplikasi ini juga sangat rendah selama tiga tahun pertama.
Tapi Jan dan timnya terus beriterasi dan membuat Whatsapp semakin membaik. Itulah yang paling penting. Begitulah mereka bisa sukses seperti sekarang. Mereka hanya fokus pada satu hal.
Dan bagian terbaik dari kisah ini terjadi di bulan September 2013 dimana Jan memposting kembali di forum FlyerTalk di postingannya sebelumnya:
“Saya sedang browsing di forum ini dan saya ingat postingan saya di sini empat tahun yang lalu. Saya pikir pasti ada diantara anda yang menggunakan Whatsapp sekarang.”
Beginilah screenshot-nya:
Setelah komentar seseorang yang bertanya tadi, Jan kembali memposting dengan memberitahukan bahwa Whatsapp juga telah tersedia di BlackBerry (masih tahun 2009). Namun tidak ada komentar lanjutan di postingan ini. Dan empat tahun setelahnya barulah Jan kembali berkomentar mengenai keadaan aplikasinya saat itu yang telah tumbuh dengan pesatnya.
Jadi, jika anda seorang entrepreneur yang frustasi karena rendahnya traksi, ingatlah bahwa Jan membutuhkan waktu tiga tahun penuh untuk menunjukkan traksi yang besar dan itu terjadi setelah ia pivot dari aplikasi update status menjadi aplikasi messaging. Anda tidak akan gagal sampai anda menyerah. Jadi daripada menyerah, lebih baik anda terus beriterasi sampai anda menemukan sesuatu yang diinginkan oleh banyak orang.
sumber : startupbisnis.com



No comments:
Post a Comment
PERHATIAN,!!!
1. Berkomentarlah yang baik dan sesuai dengan pembahasan.
2. Dilarang berkata tidak pantas.
3. Gunakan bahasa yang baku
4. Komentar yang saya anggap spam tidak akan di publikasikan
5. Saya akan secepatnya menjawab komentar yang sifatnya pertanyaan.